RSS

Animasi Penjumlahan dan Pengurangan Vektor

Dalam mempelajari fisika kita selalu berhubungan dengan besaran, yaitu sesuatu yang dapat diukur dan dioperasikan. Ada besaran yang cukup dinyatakan dengan nilai (harga magnitude) dan satuannya saja, tidak perlu ditambahkan penjelasan lain. Besaran ini disebut skalar. Contoh besaran skalar antara lain waktu, massa, temperatur, dan sebagainya. Pengoperasian besaran skalar sama dengan pengoperasian bilangan dalam aljabar biasa; penjumlahan dan perkaliannya sama dengan yang kita kenal sehari-hari.

Ada juga besaran yang disamping nilai dan satuannya perlu juga dinyatakan arahnya. Besaran semacamini disebut vector. Contoh besaran vektor adalah kecepatan, percepatan, gaya, dan sebagainya. Aturan pengoperasian vektor tidak sama dengan bilangan yang biasa kita pakai sehari-hari. Penjumlahan dan perkalian vektor mempunyai aturan tersendiri. Aturan ini akan kita pelajari, seperti yang tercantum di bawah ini.

Besaran vektor biasa dituliskan dengan huruf vokal tebal, contoh A , atau dengan huruf biasa yang diberi panah di atasnya, contoh . Besar atau nilai vektor (tidak peduli arahnya) dinyatakan dengan  atau cukup A saja. Nilai vektor adalah skalar dan tidak pernah negatif.Vektor dapat juga direpresentasikan secara analitis dengan menyebutkan nilainya dan arahnya. Misalnya vektor kecepatan angin besarnya 0,5 m/s ke arah barat, atau gaya  = 50 newton membentuk sudut 300 dengan garis vertikal. Cara lain menyatakan vektor adalah dengan menggunakan komponen dalam sistem koordinat tertentu. Di titik tangkap vektor tersebut kita bayangkan ada tiga buah sumbu koordinat yang saling tegak lurus, sebut saja sumbu x, sumbu y, dan sumbu z. Proyeksi vektor  dalam arah sumbu x disebut Ax, dalam arah sumbu y disebut Ay, dan dalam arah sumbu z disebut Az. Ketiga proyeksi ini, Ax, Ay, dan Az disebut komponen vektor.

2. Penjumlahan Vektor Metode Jajargenjang

Bisa dilihat dalam bentuk file di bawah ini :

1. file ppt : Penjumlahan vektor metode Jajargenjang

2. file swf : unduh disini

3. Penjumlahan Vektor Metode Segitiga

Bisa dilihat dalam bentuk file di bawah ini :

1. file ppt : Penjumlahan Vektor Metode Segitiga

2. file swf : unduh disini

3. Penjumlahan Vektor Metode Polygon

Bisa dilihat dalam bentuk file di bawah ini :

1. file ppt : Penjumlahan Vektor metode Polygon

2. file swf : unduh disini

 

4. Pengurangan Vektor

Bisa dilihat dalam bentuk file di bawah ini :

1. file ppt : Pengurangan Vektor

2. file swf : unduh disini

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2011 in Vektor

 

Potret Bintang yang di Zoom mempertanyakan teori astronomi lama

Minggu, 24 April 2011 – Bintang-bintang terpanas di alam semesta berputar begitu cepat sehingga mereka sedikit menggepeng di kutubnya dan lebih redup di tengahnya. Teori berusia 90 tahun yang meramalkan keluasan fenomena penggelapan gravitasi ini pun dipertanyakan kembali oleh studi yang dipimpin para astronom Universitas Michigan.

Hukum von Zeipel, dinamakan berdasarkan sang penciptanya, astronom Swedia, Edvard Hugo von Zeipel, telah digunakan selama abad kemarin untuk meramalkan perbedaan suhu, kecemerlangan dan gravitasi permukaan antara kutub dan khatulistiwa bintang yang berputar cepat.

Dengan menggunakan teknik yang disebut interferometri, para peneliti pada dasarnya melakukan zoom-in untuk mengambil gambar dan pengukuran close up bintang Regulus. Ia adalah bintang terterang di rasi Leo dan bila ia berputar hanya beberapa persen lebih cepat dari sekarang, ia akan terpecah.

Para astronom menemukan kalau perbedaan aktual suhu antara khatulistiwa dan kutubnya jauh lebih kecil daripada yang diramalkan teori.

“Penyesuaian model kami pada data interferometri menunjukkan kalau walaupun hukum ini benar dalam menjelaskan trend variasi suhu permukaan, ia menyimpang secara kuantitatif,” kata Xiao Che, mahasiswa doktoral Jurusan Astronomi yang merupakan penulis perdana makalah mengenai penemuan ini yang diterbitkan tanggal 20 April 2011 dalam Astrophysical Journal.

“Mengejutkan kalau ternyata hukum von Zeipel telah diadopsi astronomi begitu lama padahal bukti pengamatannya yang kokoh begitu kecil.”

Penting untuk mendapatkan bilangan yang benar, kata John Monnier, asisten profesor di Jurusan Astronomi U-M.

“Dalam beberapa kasus, kami menemukan perbedaan 5 ribu derajat Fahrenheit antara apa yang diramalkan teori dan apa yang benar ditunjukkan alat ukur,” kata Monnier. “Itu berpengaruh besar pada kecemerlangan total. Bila kita tidak mempertimbangkan hal ini, kita akan salah dalam menilai massa, usia dan energi total bintang.”

Monnier memimpin pembuatan instrumen Penggabung Infra Merah Michigan (MIRC) yang digunakan untuk mengambil pengukuran yang membawa pada penemuan ini. MIRC menggunakan interferometri untuk menggabungkan cahaya yang memasuki empat teleskop di array CHARA di Universitas Georgia State sehingga telihat datang dari sebuah alat yang 100 kali lebih besar dari Teleskop Antariksa Hubble. Teknik ini memungkinkan para astronom melihat bentuk dan karakteristik permukaan bintang. Sebelumnya, bintang hanyalah semata titik cahaya bahkan dengan teleskop terbesar sekalipun.

Dalam kasus ini, zooming in pada Regulus memungkinkan para peneliti mengukur suhu di kutub dan khatulistiwanya secara terpisah.

“Normalnya, anda hanya mampu mendapatkan suhu rata-rata saja,” kata Monnier.

Jadi dimana salahnya von Zeipel? Monnier percaya kalau pendahulu Swedianya tidak mempertimbangkan sirkulasi di bintang yang tidak berbeda dengan pola angin di Bumi.

“Bumi memiliki khatulistiwa yang panas dan kutub yang dingin sehingga menyebabkan sirkulasi udara,” kata Monnier. “Udara panas ingin mengalir ke kutub dan menyeimbangkan, membawa suhu menjadi merata. Inilah sumber sebagian pola cuaca di Bumi.”

Array CHARA didanai oleh Yayasan Sains Nasional dan Universitas Georgia State. Pendanaan untuk penggabung MIRC datang dari Universitas Michigan dan pengamatan didukung oleh Yayasan Sains Nasional dan NASA.

Sumber berita:

University of Michigan.

Referensi jurnal:

X. Che, J. D. Monnier, M. Zhao, E. Pedretti, N. Thureau, A. Mérand, T. Ten Brummelaar, H. Mcalister, S. T. Ridgway, N. Turner, J. Sturmann and L. Sturmann. Colder and Hotter: Interferometric imaging of ? Cassiopeiae and ? Leonis. The Astrophysical Journal, Volume 732 Number 2 DOI: 10.1088/0004-637X/732/2/68

faktaimiah.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2011 in PhysicsNow

 

Bahasa Alay: Bahasa Baru?

Kamis, 28 April 2011 – Bagi banyak orang dewasa diatas usia 30, tulisan 4bF151k4.w0rdpr355.c0m terlihat tidak koheren, namun bagi generasi yang lebih baru remaja akrab teknologi, ini bisa berarti besar.

Bahasa alay bukan semata tata bahasa yang buruk atau setumpuk kesalahan, menurut Dr. Pamela Takayoshi, asisten profesor bahasa Inggris Kent State University. “Bahasa alay adalah bentuk bahasa terpisah dari bahasa formal dan memiliki perangkat tampilan dan standar bahasa yang umum.”

Takayoshi, asisten profesor bahasa Inggris Kent State, Dr. Christina Haas dan empat mahasiswa sarjana Kent State memeriksa bahasa alay. Menggunakan percakapan alay yang dibuat oleh para mahasiswa di kampus, kelompok ini menganalisa dan mengidentifikasi tampilan nonstandar bahasa alay, atau tempat dimana penulis menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa Inggris Standar Tulisan. Mereka menemukan kalau apa yang terlihat sebagai tampilan nonstandar bahasa tulis sebenarnya merupakan tampilan standar bagi bahasa alay itu sendiri. Bahasa alay merupakan bahasa yang informal, eksplisit, menyenangkan, disingkat dan disenikan, dan bertujuan menekankan makna ketimbang bentuk dan hubungan sosial ketimbang isi.

“Ketika kami melihat jenis teknologi yang digunakan para remaja sekarang,” kata Haas, “kami melihat banyak teknologi ini – SMS, blog dan Facebook – adalah teknologi tulis. Bahkan ponsel sekarang digunakan untuk menulis.”

Saat ini, tim Kent State memperluas analisa bahasa alay mereka ke situs populer Facebook.com untuk menentukan apakah bahasa situs ini sama atau berbeda dari standar alay.

Sumber berita:

Kent State University.

Catatan :

Dalam artikel ini, bahasa IM (Instant Messaging) kami terjemahkan sebagai bahasa alay, karena ya sekedar mengingatkan kalau fakil anti alay. Yes.

Kamus Bahasa Alay

faktailmiah.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2011 in Ranah Kito

 

Galaksi Bima Sakti akan memakan galaksi kecil tetangganya dan juga akan dimakan galaksi Andromeda

Selasa, 26 April 2011 – Pernah meletakkan dua hamster dalam satu kandang lalu besok paginya, anda bangun dan melihat hanya ada seekor hamster gemuk yang terlihat tak berdosa ? Hal ini sama. Hanya saja hamsternya adalah galaksi.

Rumah galaksi kita, Bima Sakti, adalah kumpulan sekitar 400 miliar bintang tersebar dalam cakram tipis selebar lebih dari 100 ribu tahun cahaya. Matahari kita adalah salah satu bintang yang berada di sekitar separuh jalan keluar dari pusat cakram, bergerak bersama bintang-bintang lain mengelilingi pusat galaksi dengan orbit yang hampir bulat. Bima Sakti akan terlihat seperti galaksi spiral rata-rata jika kita bisa melihatnya dari luar.

Bima Sakti adalah anggota sebuah grup terdiri dari sekitar 40 galaksi yang bergentayangan di sekitar kita, terikat bersama dengan tarikan gravitasi gabungan. Dua galaksi terbesar sejauh ini adalah Bima Sakti dan Andromeda, sebuah spiral berputar terdiri dari satu triliun bintang yang berada sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari sini.

Galaksi kita memangsa galaksi kecil di dekatnya

Galaksi cebol Sagitarius adalah galaksi kecil mungil yang terletak dekat sekali dengan Bima Sakti. Jaraknya hanya 50 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi kita. Ia ditemukan oleh astronom Michael J Irwin di awal tahun 1990. Ia menjadi pemegang rekor galaksi terdekat dengan Bima Sakti, mengalahkan Awan Magellan yang berjarak tiga kali lipat.

Awal tahun 1994, astronom Rodrigo A. Ibata bertemu astronom Michael J. Irwin dengan membawa sebuah teka-teki. Sekelompok bintang yang diduga Ibata sebagai bagian dari gembungan Bima Sakti – daerah yang mengelilingi pusat galaksi – menjauh dari Bumi jauh lebih cepat dari bintang-bintang yang ada di sana. Spektra dari kelompok bintang ini, diambil selama beberapa tahun dengan Teleskop Anglo – Australia di Coonabarabran, menunjukkan kalau mereka memiliki kecepatan yang sama dan tidak bergerak sama cepat dengan bintang-bintang lain di gembungan.

Tim peneliti dibentuk memeriksanya dan menemukan kalau fakta ini disebabkan oleh Bima Sakti memakan galaksi cebol Sagitarius ini. Galaksi malang itu tertelan dan hingga sekarang masih dalam proses dicerna oleh Bima Sakti dalam orbital pertamanya. Kepadatan rendah dan penampilan panjang sang galaksi mini ini menunjukkan kalau ia tidak mampu menahan tarikan gravitasi Bima Sakti lebih lama lagi, kata Irwin.

Andromeda memangsa galaksi kecil di dekatnya

Tahun 2003, astronom Puragra (Raja) GuhaThakurta dan David Reitzel mengamati dalam dua laporan terpisah satu tahun kalau ada aliran sisa di Andromeda. Ia jauh lebih kabur dan dideteksi dengan teknik yang lebih sensitif. Para peneliti berfokus pada bagian sempit di halo Andromeda, dan fakta kalau mereka menemukan aliran sisa ini menunjukkan kalau mungkin ada banyak aliran sisa yang lebih kabur di bagian lain galaksi ini, demikian kata GuhaThakurta.

Contoh dua galaksi yang sedang saling makan

Unsur kimia lebih berat dari hidrogen dan helium, yang disebut para astronom sebagai “logam,” disintesis di bintang yang sangat masif, yang memperkaya komposisi unsur berat ini pada generasi bintang masa depan. Bintang-bintang di halo Andromeda mencakup sejumlah besar sifat pengayaan kimia, dan gerakan relatifnya satu sama lain umumnya acak. Jadi para peneliti terkejut menemukan kalau sebagian besar bintang-bintang  kaya logam dalam sampel mereka semua bergerak bersama sebagai kelompok.Fakta ini ternyata menunjukkan kalau galaksi Andromeda juga telah memangsa galaksi-galaksi kecil di dekatnya.

Galaksi Andromeda akan memangsa galaksi kita

Dan ketika semua sudah habis, tebak apa yang akan dilakukannya. Ia akan memangsa galaksi kita, Bima Sakti, yang ukurannya hanya separuh. Kejadian ini akan mulai terjadi pada 2 miliar tahun yang akan datang dan sempurna menyatu dalam 5 miliar tahun yang akan datang.

Tumbukan di masa depan telah menarik minat banyak orang dalam dekade terakhir, menurut astrofisikawan John Dubinski dari Universitas Toronto di Kanada, yang menciptakan animasi bencananya dari sudut pandang tata surya. Sementara itu para ilmuan juga membuat simulasi yang lebih besar. Simulasi ini mengungkapkan sejumlah detail dalam dekonstruksi dan pelepasan galaksi ketika mereka bertumbukan dan menyatu membentuk galaksi lonjong. Bima Sakti ditunjukkan face-on dan bergerak dari bawah atas ke kiri Andromeda dan ke kanan atas. Andromeda miring dari perspektif ini. Gambarannya selebar 1 juta tahun cahaya. Setelah tumbukan awal, sebuah pola spiral terbuka terbangun di Bima Sakti maupun Andromeda dan ekor pasang surut panjang serta jembatan bintang penghubung terbentuk. Galaksi-galaksi bergerak menjauh dan kembali menyatu untuk tumbukan kedua dan setelah beberapa perputaran yang melontarkan lebih banyak bintang dalam pola riak kompleks mereka tenang menjadi sesuatu yang menyerupai galaksi lonjong.

Referensi

Cowen, R. 1994. Ill-fated Milky Way neighbor found – Milky Way Galaxy likely to absorb newly discovered dwarf galaxy. Science News, April 9.

Cracked Science. 2011. 7 Horrible Ways The Universe Can Destroy Us Without Warning | Cracked.com

Dubinski, J. 2001. The Merger of the Milky Way and Andromeda Galaxies
Muir, H. 2007. Galactic Merger to ‘Evict’ Sun and Earth.

Schwarzschild , B. 2009. Galactic cannibalism. Physics Today, October 1.

Stephens, T. 2003. Astronomers detect a faint debris trail in the Andromeda galaxy, more evidence of galactic cannibalism.

Referensi Lanjut

Kelly Young. Andromeda galaxy hosts a trillion stars 06 June 2006

A. McConnachie et al., The remnants of galaxy formation from a panoramic survey of the region around M31. Nature 461, 66, 2009

Future Sky Animations

faktailmiah.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2011 in PhysicsNow

 

Vektor : Makalah dan Medianya

Sekilas Tentang Vektor

Vektor dalam matematika dan fisika adalah obyek geometri yang memiliki besar dan arah. Vektor jika digambar dilambangkan dengan tanda panah (→). Besar vektor proporsional dengan panjang panah dan arahnya bertepatan dengan arah panah. Vektor dapat melambangkan perpindahan dari titik A ke B. Vektor sering ditandai sebagai

\overrightarrow{AB}.

Vektor berperan penting dalam fisika : posisi, kecepatan dan percepatan obyek yang bergerak dan gaya dideskripsikan sebagai vektor. Di bawah ini dapat dilihat beberapa makalah tentang vektor :

Dalam Bentuk File doc :

1. VEKTOR FISIKA

2. VEKTOR FISIKA

Dalam Bentuk File pdf :

1. VEKTOR FISIKA

2. VEKTOR FISIKA

3. VEKTOR FISIKA

Dalam Bentuk File ppt :

1. VEKTOR FISIKA

2. VEKTOR FISIKA

3. VEKTOR FISIKA

Di bawah ini video tentang vektor :

1, Komponen Vektor

1. Perkalian Cross

2. Perkalian Dot

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2011 in Vektor

 

Kinematika

Dalam Mata Kuliah Fisika Dasar I, terdapatlah suatu materi yang berjudul kinematika. Dimana dalam fisika, kinematika adalah cabang dari mekanikayang membahas gesekan benda tanpa mempersoalkan gaya penyebab gerakan. Hal terakhir ini berbeda dari dinamika atau sering disebut dengan kinetika, yang mempersoalkan gaya yang memengaruhi gerakan. Adapun untuk lebih lengkapnya bisa dilihat pada file data berikut  KINEMATIKA

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 13, 2011 in PhysicsNow

 

Undangan dari Yth. Bapak Dr. A. Rusli Untuk Pemerhati Fisika dan Guru serta Calon Guru

Setelah sukses dengan Pelatihan Guru Fisika 2006, 2007, dan 2009, Jurusan Fisika, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS; dahulu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; FMIPA), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali mengadakan Pelatihan Guru Fisika 2011, dengan  tema INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA dalam bidang MEKANIKA di ABAD ke 21 dengan menggunakan cara-cara agar pembelajaran Fisika menjadi lebih menarik dan lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Dalam pelatihan ini peserta akan dilatih agar nantinya mampu berinovasi, membuat cara-cara maupun simulasi dengan komputer untuk menjelaskan materi Fisika di kelas. Selain itu, peserta akan mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan fisika dan teknologi saat ini. Peserta juga diharapkan dapat membagikan pengalaman pembelajaran Mekanika di Abad ke 21 di sekolah / kegiatan masing-masing melalui poster yang akan dilombakan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Waktu dan Hari     : Selasa  – Kamis

Tanggal: 19  –  21 Juli 2011

Tempat Pelatihan / Registrasi ulang:

Gedung 10  lantai 3 (dapat masuk dari jl Bukit Jarian)

Universitas Katolik Parahyangan

Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141.

Untuk informasi lebih lengkapnya bisa di unduh di sini

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 7, 2011 in Ranah Kito